Category Archives: SEJARAH DAERAH WISATA

Tempat Wisata Bersejarah di Kabupaten Banyumas

A. Museum Wayang Sendangmas Banyumas
Terletak di Kec. Banyumas yang menyimpan berbagai koleksi wayang seperti : Wayang Gagrag Banyumasan, Pesisiran, Wayang Beber, Wayang Suket, Wayang Kancil, Wayang Golek, Wayang Gagrag Solo dan Yogyakarta. Disamping itu juga menyimpan berbagai benda purbakala.

B. Museum Bank Rakyak Indonesia (BRI)

Merupakan satu-satunya musium perbankan yang ada di Indonesia yang bercikal bakal di kota Purwokerto didirikan oleh Raden Aria Wiriaatmadja pada tahun 1895 dengan nama De Poerwokertoche Hu1p En Spaarbank Der Inlandche Bestuurs Ambtenaren. Musium ini sangat cocok untuk wisata pendidikan bagi pelajar yang mengadakan study tour. Terletak di jalan R.A. Wiriaatmadja Purwokerto.

C. Museum Panglima Besar Jendral Soedirman
Musium ini terdiri dari dua Iantai. Pada Iantai bawah berisi foto¬foto perjuangan Panglima Besar Jenderal Sudirman dalam merebut Yogyakarta kembali sebagai Ibu Kota Indonesia (pada saat itu) dari kolonial Belanda. Pada Iantai dua berisi relief sejarah bangsa Indonesia dalam Perang Kemerdekaan 1945 dan Patung Jenderal Soedirman duduk diatas punggung Kuda. Continue reading

Sejarah Banyumas

banyumasKabupaten Banyumas berdiri pada tahun 1582, tepatnya pada hari Jum’at Kliwon tanggal 6 April 1582 Masehi, atau bertepatan tanggal 12 Robiul Awwal 990 Hijriyah. Kemudian ditetapkan dengan Peraturan Daerah (PERDA) Kabupaten Daerah Tingkat II Banyumas Nomor 2 tahun 1990.

Keberadaan sejarah Kabupaten Banyumas tidak terlepas dari pendirinya yaitu Raden Joko Kahiman yang kemudian menjadi Bupati yang pertama dikenal dengan julukan atau gelar ADIPATI MARAPAT (ADIPATI MRAPAT).

Riwayat singkatnya diawali dari jaman Pemerintahan Kesultanan PAJANG, di bawah Raja Sultan Hadiwijaya.
Kisah pada saat itu telah terjadi suatu peristiwa yang menimpa diri (kematian) Adipati Wirasaba ke VI (Warga Utama ke I) dikarenakan kesalah pahaman dari Kanjeng Sultan pada waktu itu, sehingga terjadi musibah pembunuhan di Desa Bener, Kecamatan Lowano, Kabupaten Purworejo (sekarang) sewaktu Adipati Wirasaba dalam perjalanan pulang dari pisowanan ke Pajang. Dari peristiwa tersebut untuk menebus kesalahannya maka Sultan Pajang, memanggil putra Adipati Wirasaba namun tiada yang berani menghadap.

Kemudian salah satu diantaranya putra menantu yang memberanikan diri menghadap dengan catatan apabila nanti mendapatkan murka akan dihadapi sendiri, dan apabila mendapatkan anugerah/kemurahan putra-putra yang lain tidak boleh iri hati. Dan ternyata diberi anugerah diwisuda menjadi Adipati Wirasaba ke VII.
Semenjak itulah putra menantu yaitu R. Joko Kahiman menjadi Adipati dengan gelar ADIPATI WARGA UTAMA II. Continue reading

Masjid Kubah Emas – Dian Al Mahri

kubah-emasMasjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan Masjid Kubah Emas berada di Jalan Maruyung Raya, Kel. Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok. Masjid megah ini berkapasitas 20 ribu jemaah berdiri kokoh di atas lahan seluas 70 hektare. Masjid ini mulai dibangun April 1999 oleh seorang dermawan, pengusaha asal Banten bernama Hj Dian Juriah Maimun Al Rasyid, istri dari Drs H. Maimun Al Rasyid, yang membeli tanah kawasan ini sejak tahun 1996. Rencananya, selain masjid, lahan ini akan dijadikan Islamic Centre. Nantinya akan ada lembaga dakwah, dan rumah tinggal. Semua bangunan tersebut merupakan bagian dari konsep pengembangan sebuah kawasan terpadu yang diberi nama Kawasan Islamic Center Dian Al-Mahri.
Masjid Dian Al Mahri dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006, bertepatan dengan Idul Adha 1427 H yang kedua kalinya pada tahun itu. Pembangunannya sudah berlangsung sejak tahun 1999, namun baru dibuka untuk umum pada tanggal 31 Desember 2006. Setelah shalat Idul Adha, pemilik masjid langsung meresmikan masjid ini. Ada sekitar 5 ribu jemaah yang mengikuti prosesi peresmian masjid ini. Continue reading

Babad Banjarnegara

banjarnegarDalam perang Diponegoro, R.Tumenggung Dipoyudo IV berjasa kepada pemerintah mataram, sehingga di usulkan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono VII untuk di tetapkan menjadi bupati banjar berdasarkan Resolutie Governeor General Buitenzorg tanggal 22 agustus 1831 nomor I, untuk mengisi jabatan Bupati Banjar yang telah dihapus setatusnya yang berkedudukan di Banjarmangu dan dikenal dengan Banjarwatulembu. Usul tersebut disetujui.
Persoalan meluapnya Sungai Serayu menjadi kendala yang menyulitkan komunikasi dengan Kasunanan Surakarta. Kesulitan ini menjadi sangat dirasakan menjadi beban bagi bupati ketika beliau harus menghadiri Pasewakan Agung pada saat-saat tertentu di Kasultanan Surakarta. Untuk mengatasi masalah ini diputuskan untuk memindahkan ibukota kabupaten ke selatan Sungai Serayu. Continue reading

Sejarah Baturaden

baturadenLETAK GEOGRAFIS BATURRADEN
Baturraden dikenal sebagai tempat pariwisata atau peristirahatan pegunungan sejak tahun 1928 yang memiliki hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin dengan suhu 18°C-25°C. Baturraden terletak di sebelah selatan di kaki gunung Slamet dengan ketinggian 3.428 meter, merupakan gunung berapi terbesar serta gunung tertinggi kedua di Jawa.
Baturraden terletak pada ketinggian sekitar 640 meter diatas permukaan laut dan berjarak hanya 14 km dari pusat kota Purwokerto yang dihubungkan dengan jalan yang memadai. Untuk mencapai taman wisata Baturraden yang terletak di daerah Banyumas dapat menggunakan transportasi darat yang dapat dilakukan dengan berbagai Armada Angkutan Darat: Kereta Api, Bus Antar Propinsi, Bus Antar Kota yang menghubungkan kota-kota diseluruh Pulau Jawa terutama tujuan Jakarta, Bandung, Solo, Surabaya, Yogyakarta, Semarang. Continue reading