Category Archives: MY DIARY

KISAH SEORANG PENEBANG KAYU

Ada kisah seorang pedagang kayu menerima lamaran seorang pekerja untuk menebang pohon dihutannya. Karena gaji yang dijanjikan dan kondisi kerja yang bakal diterima sangat baik, sehingga si calon pekerja itupun bertekad untuk bekerja sebaik mungkin.
Saat mulai bekerja, si majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukan area kerja yang harus diselesaikan dengan target waktu yang telah ditentukan kepada si penebang kayu.
Hari pertama bekerja, dia berhasil menebang 8 batang pohon. Sore hari, mendengar hasil kerja si penebang kayu, sang majikan terkesan dan memberikan pujian dengan tulus, “Hasil kerjamu sangat luar biasa. Saya sangat kagum dengan kemampuanmu menebang pohon-pohon itu. Belum pernah ada yang sepertimu sebelum ini. Teruskan bekerja seperti itu”.
Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan harinya si penebang kayu bekerja lebih keras lagi, tetapi ia hanya bisa merobohkan 7 batang pohon. Hari ketiga, dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hasilnya tetap tidak memuaskan bahkan cenderung mengecewakan. Semakin bertambahnya hari, semakin sedikit pohon yang berhasil ia robohkan. “Sepertinya aku telah kehilangan kemampuan dan kekuatanku, bagaimana aku dapat mempertanggungjawabkan hasil kerjaku kepada majikanku”?, pikir si penebang kayu merasa malu dan putus asa. Continue reading

Motivasi Diri…

Setiap orang memiliki waktu yang sama, tidak kurang dan tidak lebih setiap harinya hanya 24 jam sehari. Kebanyakan kita menggunakan waktu 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk bekerja dan 8 jam lainnya untuk kegiatan yang lain. Dari 24 jam waktu kita ternyata untuk bekerja (mencari uang) terkadang melebihi dari waktu 8 jam atau lebih dari 1/3 waktu sehari kita. Artinya uang menjadi salah satu tujuan perantara yang sangat penting untuk mendapatkan kesenangan. Namun mengapa waktu kita yang tersita untuk mencari uang terkadang tidak sesuai harapan perolehannya?

Uang adalah suatu tujuan antara yang selanjutnya dipergunakan untuk mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan holistik adalah kebahagiaan yang meliputi aspek fisik, emosional/spiritual, materi, kontribusi & leisure.
Pertanyaannya adalah mengapa orang berbeda dalam perolehannya? Apa yang membedakannya? Apakah karena nasib? Apakah karena keturunan? Apakah karena gender? Apakah karena pendidikan?

Salah satu penyebab adalah ketidakkonsistenan antara pikiran holistik kita yang mencakup pikiran sadar dan bawah sadar kita, intinya kebiasaan berperilaku “Saya tahu apa yang harus saya kerjakan” tetapi “saya tidak mengerjakan apa yang saya tahu”

sumber : dari berbagai sumber