Category Archives: PERISTIWA PENTING

ARISAN:UNTUNG ATAU RUGI?

Annisa, seorang lulusan perguruan tinggi ternama baru saja diterima bekerja di sebuah perusahaan. Belum genap sebulan bekerja, ia belum lagi memiliki banyak kenalan disana. Hanya rekan-rekan dari satu bagian saja yang dikenalnya. Dari bagian lain, baru beberapa saja yang sudah diingat namanya dengan baik. Sisanya, “cuma kenal muka tak tahu nama” katanya.

Siang ini ia menerima sepucuk surat di meja kerjanya. Undangan untuk ikut arisan kantor. “Hmm…. lumayan nih, bisa jadi ajang sosialisasi” begitu pikirnya sambil mencatat tanggal dan waktu arisan itu ke dalam agendanya.

Lain Annisa lain pula Komar. Komar sudah sangat lama bekerja di perusahaan tersebut. Bahkan bisa dibilang dia termasuk beberapa orang generasi awal yang sudah bekerja sejak perusahaan itu berdiri. Komar juga ikut dalam arisan itu, walau dengan alasan yang berbeda. Komar ikut arisan dengan alasan belajar menabung katanya. Dan bukan cuma di kantorya saja, ternyata ia juga ikut berbagai macam arisan juga di lingkungannya. Ada arisan keluarga, RT, RW, organisasi, dan sebagainya.

Beda lagi dengan Anne, dia sepertinya paling benci dengan yang namanya arisan. “Ngapain ikut arisan, cuma ajang ngerumpi aja” begitu katanya. Dia juga berpikir bahwa yang namanya arisan tidak memiliki keuntungan sama sekali dari segi keuangan. “Dapetnya kan sama saja dengan jumlah iuran kita. Mending diinvestasikan biar dapet untung”.

Termasuk yang manakah Anda. Seperti Annisa yang ikut arisan dengan tujuan untuk bersosialisasi? Seperti Komar yang ikut arisan untuk balajar menabung? Atau seperti Anne yang menggap tidak untungnya ikut arisan? Sebenarnya, apakah arisan itu menguntungkan atau merugikan sih? Continue reading

Advertisements

KISAH PERJALANAN IBU SOED

Ibu Soed, bernama lengkap Saridjah Niung Bintang Soedibio, kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 26 Maret 1908, seorang pencipta lagu anak-anak legendaris. Dia mencipta 200 lebih lagu anak-anak. Tokoh musik tiga jaman (Belanda, Jepang, Indonesia), ini pertama kali mengumandangkan suaranya di radio NIROM Jakarta 1927. Ibu Sud juga mahir mengalunkan biola. Sebagai pemusik biola, dia ikut mengiringi lagu Indonesia Raya ketika pertama kali didengungkan di Gedung Pemuda 28 Oktober 1928.
Ibu Soed bernama asli Saridjah, bungsu dari dua belas orang bersaudara, putri Mohamad Niung, seorang pelaut berdarah Bugis yang kemudian menetap di Sukabumi, Jawa Barat menjadi pengawal Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer, seorang indo-Belanda — beribukan keturunan Jawa ningrat. Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer, pensiunan Vice President Hoogerechtshof (Kejaksaan Tinggi) di Jakarta, yang waktu itu menetap di Sukabumi mengangkat Saridjah sebagai anak.
Bakat musiknya terasah sejak kecil oleh ayah angkat yang mengasuhnya Prof. Dr. Mr. J.F. Kramer. Di bawah pengasuhan sang ayah angkat, Saridjah mendapat pendidikan seni suara, seni musik dan belajar menggesek biola.
Setelah menamatkan pendidikan di Kweekschool, Bandung, Saridjah mengajar di HIS HIS Petojo, HIS Jalan Kartini, dan HIS Arjuna (1925-1941). Di sini dia mulai mengajar anak-anak menyanyi. Dia prihatin melihat anak-anak Indonesia yang tampak kurang berbahagia. Lalu dia berpikir untuk menyenangkan anak-anak itu dengan menyanyi. Dia pun berpikir sebaiknya anak-anak Indonesia itu dapat menyanyi dalam bahasa Indonesia. Tentu akan lebih menyenangkan daripada harus mengajarkan lagu berbahasa Belanda kepada murid-murid Indonesia. Maka, dia pun mulai mencipta lagu untuk anak-anak Indonesia.
Continue reading

Emha Ainun Nadjib, Sang Pelayan yang Kontroversial

emha1Emha Ainun Nadjib. Pria kelahiran Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953, ini mengaku seorang pelayan. Suami Novia Kolopaking dan pimpinan Grup Musik Kyai Kanjeng, yang dipanggil akrab Cak Nun, itu memang dalam berbagai kegiatannya, lebih bersifat melayani yang merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Semua kegiatan pelayannya ingin menumbuhkan potensialitas rakyat.

Bersama Grup Musik Kiai Kanjeng, Cak Nun rata-rata 10-15 kali per bulan berkeliling ke berbagai wilayah nusantara, dengan acara massal yang umumnya dilakukan di area luar gedung. Di samping itu, secara rutin (bulanan) bersama komunitas Masyarakat Padang Bulan, aktif mengadakan pertemuan sosial melakukan berbagai dekonstruksi pemahaman atas nilai-nilai, pola-pola komunikasi, metoda perhubungan kultural, pendidikan cara berpikir, serta pengupayaan solusi-solusi masalah masyarakat.

Dalam berbagai forum komunitas Masyarakat Padang Bulan itu, pembicaraan mengenai pluralisme sering muncul. Berkali-kali Cak Nun yang menolak dipanggil kiai itu meluruskan pemahaman mengenai konsep yang ia sebut sebagai manajemen keberagaman itu. Continue reading

Program Sekolah Gratis

sekolah-gratisAnak Indonesia Bebas Biaya Sekolah!
Ada kabar gembira bagi pendidikan Indonesia ! di Januari 2009 ini anak-anak Indonesia usia SD dan SMP dapat menikmati Sekolah bebas SPP.Sebuah harapan yang sudah lama diidam-idamkan , Sekolah Indonesia bebas biaya.Para orang tua bisa bernafas lega karena Departemen Pendidikan Nasional mengeluarkan kebijakan yang memberlakukan sekolah gratis, terutama pada sekolah negeri tingkat pendidikan dasa mulai SD sampai SMP.
Hal tersebut terwujud berkat adanya kenaikan jumlah biaya santunan BOS (Biaya Operasional Sekolah) yang di dalamnya termasuk sumbangan pembiayaan pendidikan (SPP), uang penerimaan siswa baru (PSB), biaya ujian sekolah dan juga BOS buku. Adapun perincian dana BOS yang akan diterima oleh tiap siswa adalah sebesar Rp. 400.000/ tahun untuk SD / SDLB di wilayah kota, Rp. 397.000/ tahun untuk SD/ SDLB di kabupaten. Sedangkan untuk siswa SMP/ SMPLB/ SMPT di kota Rp. 575.000/ tahun dan SMP/ SMPLB/ SMPT di kabupaten Rp. 570.000/ tahun. Continue reading

Valentino Rossi

valentinoPentas MotoGP kerap menelurkan seorang pembalap legendaris di eranya masing-masing. Valentino Rossi adalah pembalap terakhir yang sudah pantas disemati gelar legenda.

Bagaimana tidak, lima gelar juara dunia telah direngkuh oleh Rossi di kelas tertinggi GP Motor (GP 500cc dan MotoGP). Ditambah satu gelar juara dunia 125 cc (1997) dan satu lagi di kelas 250cc (1999), maka lengkaplah pencapaian Rossi.

Rossi lahir pada 16 Februari 1979, di kota Urbino yang terletak di negeri yang sudah banyak melahirkan pembalap hebat, Italia. Ayahnya, Graziano, juga seorang mantan pembalap.

Ketertarikan Rossi pada dunia kebut-kebutan sebenarnya berawal dari kesukaan ke gokart. Pada usia lima tahun, Rossi kecil sudah mengendarai gokart yang ditenagai oleh sebuah mesin 100cc.

Rossi kemudian masih meneruskan hobinya ngebut dengan gokart di berbagai ajang. Meski begitu, ia juga mulai merambah balap motor. Faktor mahalnya biaya membalap di ajang karting membuat Rossi akhirnya berkonsentrasi diajang roda dua saja. Continue reading

Rossi-Gibernau Akhirnya Berdamai

rossiSetelah tidak saling berbicara sejak tahun 2004, perseteruan antara Valentino Rossi dan Sete Gibernau akhirnya berakhir. Keduanya berjabat tangan, dan bahkan berpelukan, jelang seri pembuka di Losail.

Kejadian “bersejarah” ini terjadi pada Kamis (9/4/2009) kemarin waktu setempat di Qatar jelang dimulai seri perdana musim 2009. Rossi yang sempat menyebut Gibernau sebagai salah satu pesaing terbesarnya (sebelum era Casey Stoner) akhirnya mau berbicara, berjabat tangan, saling memeluk dan kemudian membuka kemungkinan terjalaninya tali persahabatan.

“Saya berharap bisa melihat dia, bukan melihat di depan saya (saat balapan). Tapi dalam posisi yang lebih baik lagi,” ungkap Rossi seperti diberitakan MCN. Continue reading

PUSKOM STAIN Purwokerto adakan Pelatihan SIA

Kecepatan dan keakuratan data sangat dibutuhkan pada masa sekarang, apalagi di Institusi pendidikan besar seperti STAIN dimana pelayanan yang prima terhadap mahasiswanya menjadi satu kebutuhan yang mutlak dan harus dilaksanakan. Untuk menunjang semua itu PUSKOM STAIN Purwokerto bekerjasama dengan Subbag Kepegawaian mengadakan Pelatihan Sistem Informasi Akademik dan Kemahasiswaan yang dilaksanakan di Ruang Lab. Komputer pada hari Senin, 6 April 2009 yang dimulai dari pukul 08.00 – 14.00 WIB. Kegiatan ini di buka oleh Kepala Puskom, Bpk. Agus Sriyanto, M.Si. dan diikuti oleh perwakilan dari masing-masing unit kerja yang ada di STAIN Purwokerto, seperti dari Puskom sendiri, dari Jurusan Tarbiyah, Dakwah dan Syari’ah, Kepegawaian dan Keuangan, Bagian Umum, Mikwa, dan PSB. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal bagi para pegawai agar lebih mengenal dan familiar dengan sistem yang akan diterapkan. Rencananya kegiatan pelatihan ini akan dilanjutkan dengan sosialisasi kepada mahasiswa langsung.